It hurts.Right here.

Rasa sakit itu bersarang di sini. Di hati Dita.Udah lama banget Dita ga sakit hati. Dita udah lupa rasanya. Tapi sekarang rasa sakit itu ada. Dan menggerogoti tubuh Dita sedemikian rupa.Sakit sekali... Rasanya belum pernah sesakit ini.Belum pernah selemah ini.


Bulu kuduk Dita meremang saat ingat apa yang sudah dia lakukan. Dan kepala Dita terasa dingin. Rasanya tidak ada kehangatan di tubuh yang semakin kecil ini.


Jangan tanya berat badan dan kantung mata. Jangan tanya makan hanya separuh piring dan tidur hanya dua jam sehari.


Ini seperti hak Dita untuk hidup bahagia dicabut begitu saja. Di saat hari fitri menjelang datang. Waktu untuk melupakan semua yang telah terjadi, memaafkan dan lahir sebagai pribadi yang baru.

Kuatkah Dita untuk memaafkannya?

Maafkanlah, dan kau akan kuat.

Setelah itu, tendang dia ;)

Comments

TENDANG
Tendang
tendanG
tendang...
*dengan gaya seperti suporter bola*

eh eh eh... singkong racun kan dikhianati ceweknya (meureun... tapi konon)... embat aja!
Tapi Ditaaa... mindang pingin yang bibirnya seksi....
yehehehe
dita said…
haaa... singkong racun?!?!?! berarti si singkong racun itu single dooong??! waaah... *drooling droooling*
Andi Eriawan said…
Dita, meski mangap itu gampang, maapin ya...
Andi Eriawan said…
Dita, meski mangap itu gampang, maapin ya...
saylow said…
zzzz...z.zz.z.z.z.zzz....ngantug!
pelacur said…
mau saya bunuh ga si bangsat itu... jujur aja saya kangen dita yang dulu..sebelum dibangsati oleh si bangsat.. maap ya selama ini saya selalu diam..abis saya kesalll! hehehe
dita said…
heuheu... Lioni... Dita pelan-pelan sedang berusaha recovery nih. Ga usah dibunuhlha dia, biar Tuhan yang bicara disini. Biasanya bakalan lebih dahsyat kaaann... makasih ya... luv ya.

Popular posts from this blog

River Boys

2016: Where did we go wrong?

Highschool of the damned