Everlasting smile

Kalo aja ada cowok yg bisa bikin gw senyum begitu lebar hari ini... Membuat matahari terik di atas desa Lambaro Skep juga tersenyum. Dan melukis pelangi di langit yang begitu jernih membiru. Membuat binar-binar di mata gw begitu jelasnya, sehingga semua orang akan berkomentar, “Kamu ceria banget hari ini Dit.” Juga membuat tumpukan cucian terlihat sedikit sehingga pekerjaan mencuci yang tak ada habisnya ini akan gw lalui sambil bernyanyi gembira… Dan tanpa sengaja gw lantunkan lagu itu, lagu Frou Frou yang obviously menunjukkan isi hati seorang wanita dimabuk asmara… Dan diamnya seoarang teman tidak terlalu terasa menyesakkan… Dan tentu saja membuat gw menulis menye-menye di blog lagi…
Iya. Ada kok orangnya.

Dan percaya ga, dia telah melakukan itu ke gw selama sepuluh tahun lebih.

Jangan bilang kasih tak sampai ya. Jangan bilang gw bagaikan punduk merindukan bulan.

Karena apapun yang kalian bilang, gw akan tetap begini. Apapun yang dia lakukan, perasaan ini ga pernah berubah. Telah teruji melalui satu dekade. Bagaimanapun kerasnya dorongan orang-orang agar gw maju, gw akan tetap disini, tak bergeming. Melamunkan tawanya, dan menikmati kebahagiaan itu sampai habis sendiri. Gw ga akan maju.

Karena dia yang akan menghampiri.

Waelah.

Biarin yah…

And I'm high enough from all the waiting
To ride a wave on your inhaling
And I'm high enough from all the waiting
To ride a wave on your inhaling
'Cause I love you no
Can't help but love, you know

Tersenyum selama tiga hari ya neng, janji...

Comments

Popular posts from this blog

River Boys

2016: Where did we go wrong?

Highschool of the damned