Monday, March 06, 2006

Mrindukanmuh...

Akhirnya dengan sangat lemah, saya mengakui bahwa…

Saya merindukan Bandung :(

Hiks hiks hiks….

Dita kangen tidur di atas kasur berseprai Doraemon ditemani boombox kecil kuning yang mengumandangkan lagu Delay setiap paginya…

Iya, Dita kangen teh anget buatan Iyah yang jumlah air panas-teh seduhan-gula dan air dingin, semuanya pas!! Dan lebih enak lagi karena tinggal tereak, “Iyah… teh anget!!!”

Dita kangen juga fallen asleep in front of TV, with the TV on, and the sound creeps into my dream. Trus karena TV Dita udah pake timer, jadi aja within next 30 minutes, TVnya mati. Jadi jangan bilang pemborosan energi ya. Hellow SBY, saya tidak jadi ditilang kan karena tidur dengan TV menyala.

Dita kangen jalan-jalan pake kaos dengan lengan pendek pisan (sampe bulu-bulu ketekku yg lucu ini mengintip dengan malu-malu) dan rok denim dita yg ultra-short-mini-sexy yang beli sepuluh ribuan di Gede bage.

Dita kangen factory-factory outlet sepanjang jl Dago… Tempat Dita menghabiskan waktu menghindari celana dalam beracun dan rok ubur-ubur dan pada akhirnya dengan khilaf membeli kaos-kaos polos dan boxer-boxer anak-anak yang sangat nyamannn…

Iya, Dita kangen rumah di ujung jalan Dago itu… Tempat melipat-lipat tubuh dan berkhayal hingga terbang meninggalkan dunia ini. Kemudian pulang dengan perut sangat lapar dan mata sangat mengantuk dan gelombang kebahagiaan meluap-luap di hati. Helo instruktur ganteng… *tring tring* (tapi sebel dia udah punya istri!! Damn! Shit!! Gw keduluaaannn…)

Iya iya iya, kangen pulang bareng ce besar nan cantik ini. Berdua, melamun sambil duduk di pojokan angkot Riung Bandung – Dago, gazing through the big glass window, as if there is someone who’s waiting for us at the end of the line.

Dan semua orang pasti tahu betapa kangennya Dita menghabiskan Sabtu di tempat ini. Dengan buku-buku, kertas-kertas, origami-origami, anak-anak kecil dan sejuta cerita bersama nona-nona centil (Plus beberapa cowok ganteng berseliwaran tentunya yaaa…)

Huaaaa…

Tapi Dita ga kangen macetnya jalan Kiara Condong dan Buah Batu, sehingga membuat perjalanan Dago – Rumah begitu menyesakkan hati.
Dita juga ga kangen angkot-angkot jahanam yg menerapkan ongkos kumaha urang, padahal standarnya kan diumumin di koran tauk!!!
Dita juga ga kangen kamuuuuhhhh!!! Karena kamu ga ada di Bandung.
Adanya di hatikuh. Hahahahaha…

Ini adalah gambaran weekend Dita kmaren. Mengasuh Nolland, bule Kanada, yg ingin memetakan pohon-pohon karena takut pohon-pohon itu di buldozer. Malemnya ngapelin cowok-cowok di Lamsenia.. Ouw, Lamsenia pardon me for so little time there. Missing you, and will always come back to you...

No comments: